INFO Ayah - Bunda, Lindungi Aku dari Covid-19

oleh:

Masyarakat kian khawatir terhadap varian delta Covid-19 karena dianggap lebih mudah menjangkiti anak. Kalangan medis memberikan anjuran perlindungan.

Pada Mei 2021, World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa Covid-19 dengan varian delta atau B1.617.2 sebagai varian of concern (VoC) dari sebelumnya hanya berstatus varian of interest (VoI). Artinya, varian yang pertama kali ditemukan di India itu menjadi jenis virus corona yang masuk klasifikasi mengkhawatirkan dengan alasan lebih mudah menular.

Berdasarkan gejala yang diamati pada pasien di India, varian ini menyebabkan gejala berbagai ringan hingga berat. Gejala tersebut mulai dari mual hingga pembekuan darah.

Belakangan, muncul kehawatiran masyakat terhadap varian delta. Varian itu dianggap lebih mudah menjangkiti anak-anak.

Daeng M. Faqih, selaku Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengatakan potensi bahaya Covid-19 varian delta memang tinggi. Ia juga menyebut bahwa varian jenis ini justru banyak menyerang anak-anak muda. Bahkan, serangan yang terjadi dapat langsung menimbulkan dampak dengan gejala berat. Akibatnya, tingkat kesembuhannya pun menjadi lebih kecil.

Kekhawatiran itu digambarkan pula oleh data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang rasio penularan Covid-19, yakni 1 dari 8 pasien kasus Covid-19 adalah anak-anak. Sekitar 3-5 persen anak-anak yang terjangkit virus SARS-CoV-2 berakhir meninggal dunia. Kemudian, separuh dari yang anak-anak yang meninggal adalah balita.

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, mengatakan salah satu bentuk perlindungan yang terampuh saat ini adalah dengan melindungi orang dewasa di lingkungan anak-anak dengan vaksinasi Covid-19. Saat ini, Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan warga yang berdomisili maupun bekerja di Jakarta untuk mendapatkan vaksin Covid-19.


Selengkapnya