Skenario Luhut Hadapi Pandemi Covid-19 yang Terus Merajalela

oleh:

Luhut membantah penyataan yang mengatakan bahwa Pemerintah gagal mengendalikan pandemi Covid-19. Luhut mengklaim masalah diselesaikan satu per satu.

Pemerintah mengklaim penanganan Pandemi Covid-19 masih terkendali. Bahkan, telah disiapkan skenario penanganan wabah virus corona hingga kondisi terburuk. Pernyataan ini membantah tudingan banyak pihak yang menilai pemerintah tak bisa mengendalikan penyebaran virus SARS-Cov-2.

“Kalau ada yang bilang semua tidak terkendali, itu sangat tidak benar. Bahwa ada masalah, ya, sangat banyak masalah, tapi masalah ini satu per satu, kami selesaikan dengan baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, Luhut berharap hal tersebut tidak terjadi. Sebab dia yakin kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, populer disingkat menjadi PPKM, darurat bisa menurunkan angka kasus.

Hingga Kamis, 8 Juli 2021, kasus Covid-19 harian masih terus melonjak. Terakhir, 34.101 kasus baru Covid-19 tercatat pada 7 Juli 2021 dengan akumulasi nasional 2.379.397 kasus.

Begini skenario yang yang disiapkan:

Jika kasus harian mencapai lebih dari 40-70 ribu kasus

  • Kementerian Kesehatan menyiapkan rumah sakit darurat dengan ICU, memanfaatkan Asrama Haji Pondok Gede dengan kapasitas 800 pasien.
  • TNI/Polri membuka rumah sakit darurat mereka di Jakarta dan Surabaya.
  • Memastikan stok obat-obatan dan oksigen tercukupi dan selalu tersedia.
  • Kementerian Kesehatan menyiapkan paket-paket obat ringan, sehingga pasien dengan gejala ringan bisa isolasi mandiri.
  • Meminta bantuan pasokan obat dan oksigen dari Singapura dan Cina.

Langkah Pemerintah

Sementara itu, guna memastikan pembatasan kegiatan masyarakat lewat PPKM darurat mampu menekan lonjakan kasus Covid-19, begini langkah yang dilakukan pemerintah:

1. Menurunkan mobilitas warga

Mobilitas harus turun 30 hingga 50 persen untuk menghadapi Covid-19 varian Delta. Jika mobilitas masyarakat berhasil turun 50 persen, kasus Covid-19 dapat melandai mulai pekan depan.

2. Bersinergi dengan TNI-Polri

Pemerintah meminta bantuan TNI-Polri dan kepala daerah untuk memastikan PPKM darurat berjalan baik, khususnya di titik-titik penyekatan.

3. Memantau Pergerakan Masyarakat di Jawa-Bali

Pemerintah memantau pergerakan atau mobilitas masyarakat di Jawa dan Bali selama periode PPKM darurat 3-20 Juli 2021 melalui indeks mobilitas dan cahaya malam serta menggandeng Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Menurut Luhut, saat ini, mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. Tingginya mobilitas ini berpotensi membuat kasus Covid-19 melonjak.

INGE KLARA SAFITRI


Selengkapnya