Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

oleh:

Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.

Pandemi Covid-19 mengalihkan perhatian dunia dari penyakit berbahaya lain. Padahal, sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sendiri dihadapkan kepada beberapa penyakit endemi.

Beberapa penyakit endemi di Indonesia memiliki daya tular tinggi hingga ekstra diwaspadai, seperti berikut:

DBD (Demam Berdarah Dengue)
Penyakit yang ditularkan gigitan nyamuk ini tiap tahun mencatat angka yang terus meningkat. Di tengah pandemi Covid-19, tahun lalu, setidaknya ada 10 provinsi dengan kasus tertinggi DBD. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi mencapai 22.825 kasus.

  Berbagai upaya mencegah DBD yang bisa dilakukan:

  • Fogging berkala
  • Menerapkan 3M (Menutup, Menguras, dan Mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk)

Malaria
Pada 2020 kasus positif menurun menjadi 235,7 ribu dibandingkan 2019 yang mencapai 250 ribu kasus. Namun, penyakit malaria memiliki beberapa gejala yang mirip dengan Covid-19 seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Sehingga prosedur layanan malaria untuk menghindari peningkatan kasus malaria pada saat pandemi Covid-19 pun selalu mengacu pada protokol pencegahan Covid-19. Selain itu penyakit malaria akan semakin memperberat kondisi seseorang yang juga terinfeksi Covid-19.

Tuberkolosis
Indonesia merupakan negara penyumbang kasus tuberkulosis terbanyak ketiga di dunia setelah India dan China. Saat ini, kasus tuberkulosis di tanah air diperkirakan mencapai 845 ribu kasus dengan angka kematian yang mencapai 93 ribu kasus. Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengakui bahwa pemberantasan tuberkulosis di Indonesia mengalami kemunduran karena seluruh sumber daya yang ada di Tanah Air terkuras untuk menangani pandemi virus corona.

Hepatitis
Di tengah pandemi Covid-19, bahaya hepatitis masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Berdasarkan data WHO, setiap 30 detik terdapat satu orang dinyatakan meninggal dunia karena hepatitis. 


Selengkapnya