Negara Mana Saja yang Mengirim Bantuan Militer ke Ukraina?

Kamis, 3 Maret 2022 19:45 WIB


Sejumlah negara mulai mengirimkan bantuan militer ke Ukraina, negara yang diserbu oleh Rusia pada akhir Februari 2022.

Dalam perang antara Ukraina dan Rusia, sejumlah negara mulai mengirimkan bantuan militer ke negara yang dipimpin oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy itu. Pengiriman itu dilakukan bahkan oleh negara yang bukan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Inilah sejumlah negara yang mengirimkan bantuan militer ke negara yang juga pernah diserbu pasukan Vladimir Putin pada 2014 itu…

Amerika Serikat

Pada 25 Februari 2022, Presiden Joe Biden memerintahkan Kementerian Luar Negeri AS untuk mengirimkan bantuan senjata tambahan senilai 350 juta dolar. Bantuan itu berasal dari persediaan militer Abang Sam. Instruksi itu tertera dalam sebuah memo dari Biden kepada Antony Blinken, selaku Menteri Luar Negeri A

Sebelumnya, Ukraina mengajukan permintaan untuk mendapatkan senjata anti-tank Javelin dan peluru kendali Stinger untuk menjatuhkan pesawat terbang milik Rusia.

Uni Eropa

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Uni Eropa membiayai pembelian dan melakukan pengiriman persenjataan senilai 450 juta euro untuk Ukraina. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borell, mengatakan bahwa sejumlah negara anggota juga mengirimkan jet tempur.

Inggris Raya

Sebelum perang pecah, Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan telah memberi suplai senjata pertahanan berupa persenjataan ringan anti-lapis baja kepada Ukraina pada Januari 2022. Belakangan, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kepada Parlemen bahwa Inggris akan mengirimkan bantuan militer tambahan ke Kiev.

Prancis

Paris menyebutkan bahwa Prancis telah mengirimkan bantuan perlengkapan militer termasuk bahan bakar. Sebelumnya, negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron itu telah menindaklanjuti permintaan Ukraina berupa persenjataan anti-pesawat terbang dan senjata digital.

Belanda

Dalam surat dari Pemerintah kepada Parlemen bahwa Belanda akan mengirimkan roket dan sistem anti-tank ke Ukraina. Bantuan itu berupa 200 peluru kendali Stinger dan 50 persenjataan anti-tank berjuluk Panzerfaust 3 beserta 400 roketnya. Belanda bersama Jerman juga mempertimbangkan untuk mengirimkan Patriot, sejenis sistem penangkal serangan udara

Jerman

Berlin akan menyokong Ukraine dengan 1.000 persenjataan anti-tank dan 500 rudal Stinger dari gudang persenjataan Jerman. Kebijakan ini merupakan perubahan sikap Jerman yang lazimnya melarang ekspor senjata ke wilayah konflik.

Kanada

Ottawa mengirimkan persenjataan mematikan kepada Ukraina sekaligus memberikan pinjaman sebesar setengah miliar dolar Kanada.

Swedia, Norwegia, dan Denmark

Stockholm mencatatkan sejarah dengan mengubah sikap netral yang selama ini mereka pertahankan. Swedia mengirimkan 5.000 senjata anti-tank. Denmark ikut berkontrubusi dengan mengirimkan 2.700 unit. Norwegia pun mengirim helm dan baju lapis baja beserta 2.000 senjata anti-tank M72.

Finlandia

Helsinki juga mencatatkan sejarah dengan menyuplai Ukraina dengan persenjataan berupa 1.500 peluncur roket, 2.500 senapan serbu, 150.000 peluru, dan 70.000 porsi bekal.

Belgia

Brussel menyebutkan bahwa Belgia akan membantu Ukraina dengan 3.000 lebih senapan otomatis dan 200 senjata anti-tank beserta 3.800 ton bahan bakar.

Portugal

Lison akan mengirimkan kacamata night-vision, rompi anti-peluru, helm, granat, amunisi, dan senapan otomatis G3.

Yunani

Athens akan mengirimkan bantuan kemanusiaan sekaligus peralatan pertahanan.

Romania

Negara yang berbatasan langsung dengan Ukraina itu menawarkan bantuan untuk merawat mereka yang terluka. Perawatan akan dilakukan dalam 11 rumah sakit militer Romania. Bucharest juga akan mengirimkan bahan bakar, rompi anti-peluru, helm, dan pernak-pernik militer senilai 3,3 juta dolar AS.

Spanyol

Pemerintah Spanyol berjanji untuk mengirimkan 20 ton bahan bantuan medis dan perlengkapan pertahanan ke Kiev.

Republik Cek

Praha menyebutkan bahwa Republik Cek akan mengirimkan 4.000 mortar, 30.000 pistol, 7.000 senapan serbu, 3.000 senapan mesin, sejumlah senapan penembak jitu, beserta jutaan peluru.

Kroasia

Zagreb akan mengirimkan persenjataan ringan dan baju lapis baja dengan total nilai 16 juta euro.