Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

Jumat, 20 Mei 2022 08:31 WIB


Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.

Ustaz Abdul Somad mengaku dideportasi dari Singapura, Senin, 16 Mei 2022. Ustaz yang akrab disapa UAS ini juga mengunggah video dirinya berada di dalam ruangan. “UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulis dia pada unggahannya itu.

 Fakta-fakta yang dihimpun Tempo terkait klaim tersebut:

Bukan Dideportasi

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengatakan Ustaz Abdul Somad tidak dideportasi dari negara tersebut. Dia mengatakan UAS tidak mendapatkan izin masuk ke Singapura sehingga diminta kembali. Suryopratomo tak menjelaskan alasan UAS tak mendapatkan izin dari Singapura. “Kalau alasannya yang tepat mungkin ditanyakan kepada Kedubes Singapore di Jakarta karena mereka yang lebih berhak menjelaskan alasannnya,” kata dia.

Tujuan UAS ke Singapura

Di sebuah video Youtube yang diunggah di kanal Hai Guys Official pada Selasa, 17 Mei 2022, UAS mengaku hanya berniat liburan, bukan untuk ceramah. Ia pun memperlihatkan berkas-berkas yang dibawanya secara lengkap.

Alasan Lengkap Singapura

  • Dianggap Sebarkan Ajaran Ekstremis dan Segregasi
    UAS dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi. Hal itu dinilai tidak menghargai Singapura yang multi ras dan agama. 
  • Pernah Ceramah soal Bom Bunuh Diri
    Dalam pernyataannya, Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.
  • Pernah Sebut Salib Kristen Rumah Jin Kafir
    Pemerintah Singapura pun menyebut Somad pernah melontarkan komentar yang merendahkan agama lain seperti Kristen. Somad disebut pernah menyebut salib sebagai tempat tinggal roh kafir.
  • Kafirkan Ajaran Agama Lain
    Singapura juga menolak UAS karena ia pernah melontarkan pernyataan mengkafirkan agama lain dalam ceramahnya 

Dikecam Sejumlah Kelompok

Sejumlah kelompok dan tokoh di Indonesia mengecam perlakuan Singapura yang dinilai semena-mena. Mereka menyesalkan tindakan Singapura yang melarang UAS masuk ke negara tersebut meski dengan tujuan berlibur. Mereka juga menuntut Singapura meminta maaf secara resmi.

Respons Pemerintah Indonesia

  • Dubes RI untuk Singapura
    Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo menjelaskan, pemerintah tidak bisa mengintervensi keputusan Singapura. “Seperti halnya persona non grata, itu adalah hak dari setiap negara, Jadi meminta maaf untuk apa? Kita pun sering menolak warga bangsa lain untuk masuk Indonesia,” tuturnya.
  • Kementerian Luar Negeri
    Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan, upaya perlindungan sudah dilakukan dengan mengirimkan nota diplomatik sebagai bentuk perlindungan WNI. Namun, ia enggan menjawab berbagai desakan sejumlah kelompok yang tetap meminta pemerintah menuntut Pemerintah Singapura meminta maaf. “Silakan direnungkan proposionalitas dari desakan tersebut,” tuturnya. 

Tak Hanya UAS

Selain UAS, Singapura juga pernah menolak masuk dua tokoh agama lain, yakni:

  • Yusuf Estes
    Singapura menolak masuk Yusuf Estes pada 24 November 2017. Yusuf Estes ditolak masuk ke Singapura karena telah menyatakan pandangan yang menurut pihak berwenang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat multiras dan multiagama Singapura.
  • Ismail Menk
    Penceramah berkewarganegaraan Zimbabwe, Ismail Menk, juga pernah ditolak pemerintah Singapura. Menk dinilai kerap berceramah yang menimbulkan segregasi dan memecah belah umat beragama.
  • Haslin bin Baharim
    Penceramah asal Malaysia ini juga pernah ditolak masuk Singapura. Alasannya, ia dianggap mempromosikan ketidakharmonisan antar umat beragama.

INGE KLARA | SUMBER DIOLAH TEMPO | DESAIN IMAM RIYADI