Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

Rabu, 25 Mei 2022 16:55 WIB


Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.

Pemerintah Singapura memberi konfirmasi temuan kasus pertama infeksi cacar monyet atau monkeypox. Sebelumnya, penyakit ini dilaporkan sudah menyebar ke berbagai negara di Eropa dan Amerika. Dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan virus monkeypox, bagian dari genus Orthopoxvirus

Apa Itu Cacar Monyet?

Cacar monyet merupakan zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat.

Apa Saja Gejalanya?

Orang yang terinfeksi virus monkeypox akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah paparan. Biasanya kemunculan gejala cacar monyet terbagi dalam dua periode infeksi:

Periode invasi

  1. Periode invasi terjadi dalam 0-5 hari setelah terinfeksi virusnya pertama kali. Di periode ini, gejala yang akan dirasakan antara lain:
  2. Demam
  3. Sakit kepala hebat
  4. Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
  5. Sakit punggung
  6. Nyeri otot
  7. Lemas parah (asthenia)
  8. Pada kasus gejala yang parah, timbul pula gejala seperti gangguan pernapasan seperti batuk, radang tenggorokan, dan hidung berair.

Periode erupsi kulit

Periode ini terjadi pada 1-3 hari setelah demam muncul. Gejala utama dalam fase ini adalah munculnya ruam kulit di wajah dan kemudian menyebar ke telapak tangan, kaki serta badan. Ruam yang terbentuk biasanya diawali dengan bintik-bintik hingga berubah menjadi vesikel atau lenting, yaitu lepuhan kulit yang berisi cairan. Dalam waktu beberapa hari, ruam akan berubah mengering membentuk kerak (keropeng) di kulit. Umumnya terjadi dalam waktu kurang lebih 10 hari dan butuh waktu sekitar tiga minggu hingga seluruh keropeng pada kulit tubuh bisa mengelupas dengan sendirinya. 

Bagaimana Penularannya?

Penularan dari manusia:

  • Kontak fisik dengan air liur
  • Cairan bintil
  • Kontak erat dengan barang terkontaminasi luka milik orang yang terinfeksi 

Penularan lewat hewan:

  • Kontak erat
  • kontak dengan luka atau liur hewan yang terinfeksi
  • Gigitan 
  • Memakan daging hewan yang terinfeksi

Bagaimana Mencegahnya?

  • Hindari kontak dengan tikus dan primata
  • Batasi konsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar
  • Belum ada vaksin khusus untuk cacar monyet, namun WHO menyarankan penggunaan vaksin cacar untuk perlindungan

INGE KLARA | SUMBER DIOLAH TEMPO | DESAIN IMAM RIYADI