Al Rihla, Bola Resmi Piala Dunia 2022 yang Berteknologi Tinggi

Jumat, 25 November 2022 13:00 WIB


Bola yang berjuluk Al Rihla itu memiliki teknologi sensor gerak bernama Adidas Suspension System.

Piala Dunia 2022 Qatar mengadopsi berbagai teknologi. Salah satunya adalah bola resmi pertandingan yang dibuat oleh Adidas. Bola yang berjuluk Al Rihla itu memiliki teknologi sensor gerak bernama Adidas Suspension System.

Keunggulan Al Rihla

  • Mampu melaporkan data lokasi yang tepat pada bola 500 kali per detik
  • Didukung teknologi Semi-Automated Offside Technology (SAOT)
  • Memiliki baterai yang dapat diisi ulang
  • Teknologi sensor yang tersemat tidak memengaruhi performa bola
  • Mendukung kecepatan pemain, sehingga bola mampu bergerak lebih cepat dibandingkan bola manapun

Arti Al Rihla

Nama ‘Al Rihla’ diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti ‘perjalanan’. Desain bolanya sendiri terinspirasi dari budaya, arsitektur, kapal ikonik, dan bendera Qatar, selaku tuan rumah Piala Dunia Qatar 2022.

Diproduksi di Jawa Timur

Bola resmi Piala Dunia 2022 Qatar ini diketahui diproduksi perusahaan asal Jawa Timur, PT Global Way Indonesia (GWI) yang merupakan produsen peralatan asli untuk merek Adidas.

__________________

Daftar Bola Resmi Piala Dunia dari Masa ke Masa

T-Model (1930)

T-Model terbuat dari kulit dan diproduksi oleh Uruguay.

Federale 102 (1934)

Bola dengan inovasi baru saat itu,  tersusun dari 13 polygonal panel yang dipotong dan disusun secara sempurna dengan jahitan tangan.

Allen (1938)

Mirip dengan Federale, namun ditambahkan kapas berwarna putih.

Duplo T (1950)

Duplo T dibuat berwarna coklat, tersusun dari 12 panel identik, tetapi panel bola ini lebih melengkung dan menggunakan katup saluran udara pertama.

Swiss World Champion (1954)

Swiss World Champion juga menjadi bola pertama yang menggunakan 18 panel sebagai penyusunnya.

Top Star (1958)

Bola ini mengalami perkembangan secara teknologi, karena telah diberi lapisan lilin anti air yang membuat bola lebih tahan air.

Crack (1962)

Desain Crack mengalami banyak perkembangan dan inovasi, menggunakan 18 panel poligon tidak beraturan dengan tiga bentuk berbeda.

Adidas Telstar (1970)

Telstar menjadi bola pertama yang terdiri dari 32 panel (20 heksagonal reguler putih, dan 12 pentagonal reguler putih).

Telstar Durlast (1974)

Bola edisi kali ini mendapat lapisan polyurethane yang lebih baik sebagai lapisan anti air.

Tango (1978)

Desainnya terdiri dari 20 segitiga hitam yang melengkung, dan masing-masing dicetak ke permukaan berwarna putih dalam panel heksagonal.

Tango Espana (1982)

Adidas tak melakukan perubahan signifikan, bola Tango Espana mengikuti kesuksesan Tango.

Azteca (1986)

Diberi nama Azteca, bola ini terbuat dari bahan sintetis sehingga bola segera kembali ke bentuknya setelah ditendang, serta dapat bertahan lama dan tahan dalam kondisi basah.

Etrusco Unico (1990)

Sama dengan varian Tango, hanya didekorasi gambar singa etruska seperti nuansa khas tuan rumah.

Questra (1994)

Bola ini dibuat dari lima material berbeda, dan menjadi bola hitam putih terakhir yang menggunakan panel klasik Tango di Piala Dunia.

Tricolore (1998)

Bola ini juga tercover motif heksagonal kecil, dan Tricolore diklaim sangat fleksibel saat ditendang.

Fevernova (2002)

Fevernova menjadi transisi bola modern dan klasik di ajang tersebut.

Teamgeist (2006)

Bola ini hanya terdiri dari 14 panel. Pengurangan panel ini diklaim bisa meningkatkan akurasi tembakan.

Jabulani (2010)

Bola ini hanya memiliki delapan panel, dan tidak terlalu disukai para pemain karena sulit diprediksi.

Brazuca (2014)

Bola ini punya enam panel yang merupakan simbol gelang harapan tradisional multi-warna yang dikenakan di negara ini.

Telstar 18 (2018)

Model Telstar 18 merujuk kepada model original dan klasik pada Telstar tahun 1970-an, namun dibuat lebih futuristik dan dilengkapi dengan chip NFC yang membuat pemiliknya bisa berinteraksi dengan bola menggunakan smartphone mereka. Bola ini juga bisa didaur ulang.

INGE KLARA | SUMBER DIOLAH TEMPO