Profil Yudo Margono, Calon Panglima TNI

Kamis, 1 Desember 2022 12:15 WIB


Laksamana Yudo Margono diajukan oleh Presiden Joko Widodo menjadi calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Saat ini, Laksamana Yudo Margono menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Sebelumnya, kepada Tempo, Yudo Margono mengaku bahwa persoalan penggantian panglima adalah hak prerogatif presiden. Namun, ia juga mengaku siap untuk mengemban tanggung jawab tersebut apabila ditugaskan. 

“(Jabatan) Panglima TNI kan enggak ada pendaftarannya. Itu hak prerogatif presiden. Tentunya kalau diberikan tanggung jawab ke saya, ya kami laksanakan,” kata Yudo kepada Majalah Tempo pada 2 Oktober 2022.

Profil

Nama Lengkap: Yudo Margono
Kelahiran: Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965

Jejak pendidikan

  • 1988 Lulus Akademi Angkatan Laut
  • 2003 Lulus Sekolah Staf Komando AL
  • 2011 Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia
  • 2013 Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana

Jenjang karier

  • 1988 Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332
  • Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364 dan Palaksa KRI Fatahillah 361
  • Komandan KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, dan KRI Ahmad Yani 351
  • 2004-2008 Komandan Lanal Tual 
  • 2008-2010 Komandan Lanal Sorong 
  • 2010-2011 Komandan Satkat Koarmatim 
  • 2011-2012 Komandan Satkor Koarmatim
  • 2012-2014 Komandan Kolat Armabar
  • 2014-2015 Paban II Opslat Sops Mabesal
  • 2015-2016 Komandan Lantamal I Belawan 
  • 2016-2017 Kepala Staf Koarmabar
  • 2017-2018 Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Pangkat Dua
  • 2018-2019 Pangarmada I pada Panglima Komando Armada RI Wilayah Barat (Pangarmabar) 
  • 2019-2020 Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I)

Kekayaan*

Total: Rp 17.970.088.086 atau Rp 17,97 miliar

  • Total nilai tanah dan bangunan: Rp 10.450.959.000
    • Sidoarjo
    • Surabaya
    • Sorong
    • Bekasi
    • Bogor
    • Madiun
    • Tangerang
    • Cirebon
  • Total nilai kendaraan: Rp 1.630.000.000
    • Motor Honda tahun 2010: Rp 10 juta
    • Mobil Toyota Fortuner tahun 2010: Rp 300 juta
    • Mobil Mitsubishi Pajero Sport tahun 2010: Rp 310 juta
    • Motor Honda tahun 2013: Rp 10 juta 
    • Mobil Toyota Alphard tahun 2021: Rp 1 miliar
  • Harta bergerak lainnya: Rp 365.000.000
  • Kas: Rp 5.524.129.086

*) data LHKPN yang dilaporkan Maret 2022