Tata Laksana Penanganan Gangguan Gagal Ginjal Akut pada Anak

Kamis, 20 Oktober 2022 19:00 WIB


Tata laksana penanganan gangguan gagal ginjal akut anak dikeluarkan terdiri dari tiga langkah, mulai dari diagnosis hingga deteksi dini.

Kementerian Kesehatan pada 28 September 2022 menerbitkan tata laksana penanganan gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal yang belum diketahui sebabnya pada anak, mulai dari diagnosis hingga tindakan terhadap pasien.

Tata laksana klinis yang dikeluarkan terdiri dari tiga langkah, mulai dari diagnosis, deteksi dini sebelum ke rumah sakit dan tata laksana klinis rumah sakit.

Baca juga: Kenali Gejala Gangguan Ginjal Akut Misterius Pada Anak

"Gagal ginjal akut anak memiliki gejala khas, yakni penurunan volume urine secara tiba-tiba. Bila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril.

Tata Laksana Klinis

  • Diagnosis
    • Wawancara pasien
      • Anak usia <18 tahun bergejala demam, muntah, diare, batuk, volume urine turun.
      • Riwayat penyakit sebelumnya, perjalanan 15 hari, vaksinasi Covid-19 dan kontak hewan/peliharaan.
    • Pemeriksaan fisik
      • Terjadi penurunan kesadaran
      • Terjadi pembengkakan perut atau genital
      • Hipertensi dan napas cepat
      • Dehidrasi
    • Pemeriksaan penunjang
      • Dilakukan sesuai alur tata laksana di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan rumah sakit
  • Deteksi Dini sebelum ke Rumah Sakit
    • Masyarakat
      • Waspada terhadap gejala gangguan ginjal akut
      • Membawa pasien ke FKTP jika menemukan gejala pada anak
    • FKTP
      • Melakukan pemeriksaan kepada pasien 
      • Mengedukasi orangtua untuk membantu tanda bahaya gangguan ginjal akut
  • Tata Laksana Klinis Rumah Sakit
    • Rumah sakit prarujukan
      • Monitor cairan dan diuresis, kesadaran, napas, serta tekanan darah
      • Pemeriksaan kreatinin serial tiap 11 jam dan pengobatan
    • Rumah sakit rujukan 
      • Stabilisasi ABC (untuk pernapasan)
      • Pembuatan cairan dengan pemantauan cairan masuk dan keluar
      • Pemeriksaan lengkap darah, urine, dan pencitraan
      • Dialisis anak
      • Pengobatan
      • Perawatan PICU sesuai indikasi

INGE KLARA | SUMBER: ANTARA