Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

oleh:

Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.

Indonesia disebutkan berada pada peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media asing asal Jepang Nikkei Asia. Sementara di peringkat dunia, Indonesia berada di peringkat 54 dari 121 negara.

Dilansir dari Nikkei Asia, total skor dalam indeks tersebut berasal dari beberapa poin terkait kebijakan dalam upaya penanganan pandemi, seperti manajemen infeksi, vaksinasi, hingga mobilitas sosial masyarakat.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, penurunan sejumlah indikator di Indonesia bukan berarti pandemi berhasil dikendalikan. Sebab, angka kematian di Indonesia masih cukup besar.

Selain itu, transmisi atau penularan di tingkat komunitas/masyarakat saat ini masih dalam kategori tinggi. Bahkan diduga masih banyak kasus yang tak terdeteksi.

“Kalau kematian tinggi di tengah wabah, berarti masih ada masalah di hulu ke hilir. Artinya tidak bisa kita klaim kita bagus, jauh, belum,” kata Dicky.

Peringkat Covid-19 Recovery Index*

  1. Indonesia 54,5
  2. Singapura 49,0
  3. Kamboja 48,0
  4. Malaysia 41,0
  5. Myanmar 40,5
  6. Thailand 40,0
  7. Vietnam 33,0
  8. Laos 31,5
  9. Filipina 30,5

*)Nikkei Asia per 30 September 2021

Fakta dan kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini:

Recovery rate tinggi

Berdasarkan data covid19.go.id per 11 Oktober 2021, recovery rate Covid-19 mencapai 96 persen. 

  • Total kasus positif: 4.228.552
  • Total sembuh: 4.063.295
  • Total meninggal: 142.716

Angka kematian tertinggi di Asia Tenggara

Persentase kematian Indonesia mencapai 3,4% persen. Persentase ini ternyata yang tertinggi di Asia Tenggara. Bahkan lebih tinggi dari rata-rata dunia saat ini yang tercatat 2,04 persen seperti dikutip dari Our World in Data.

Angka kasus konsisten turun

Dari segi kasus konfirmasi yang telah konsisten turun ke kisaran 1000-an per hari hingga positivity rate di bawah 5 persen.

INGE KLARA | SUMBER DIOLAH TEMPO


Selengkapnya