Molnupiravir, Obat Antivirus yang Diklaim Ampuh Atasi Covid-19

oleh:

Molnupiravir diklaim sebagai obat yang ampuh mengatasi infeksi Covid-19. Tempo mengumpulkan sejumlah fakta tentang obat yang buatan Merk & Co. ini.

Molnupiravir, obat buatan perusahaan farmasi Merck & Co., digadang-gadang sebagai obat antivirus pertama yang ampuh mengatasi infeksi Covid-19. Merck & Co. kini tengah mengajukan izin penggunaan darurat tablet Molnupiravir buatannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Jika disetujui, keberadaan obat ini dapat membantu mengubah manajemen klinis Covid-19. Pasalnya, obat ini dapat dikonsumsi di rumah. Serta mengurangi risiko gejala berat dan kematian pada pasien hingga 50 persen. Simak sejumlah fakta terkait obat ini: 

Obat pencegahan Sars-Cov
Molnupiravir pertama kali dikembangkan sebagai obat pencegahan dan pengobatan untuk SARS-CoV dan MERS pada awal 2000-an. Obat ini sebelumnya telah terbukti bekerja melawan banyak virus yang menggunakan RNA polimerase yang bergantung pada RNA, yang juga dimiliki oleh SARS-CoV-2.

Diuji klinis tiga tahap
Uji klinis melibatkan 775 pasien dengan gejala Covid-19 ringan dan sedang selama lima hari atau kurang. Berdasarkan data uji klinis tahap III Molnupiravir, obat ini dirancang untuk merusak kode genetik virus.

Obat oral
Molnupiravir merupakan jenis obat yang cara pemberiannya secara oral atau ditelan melalui mulut. Berbeda dengan Remdesivir yang cara pemberiannya dengan cara disuntikkan ke ke aliran darah. Menurut informasi, Molnupiravir akan dibuat dalam bentuk kapsul. 

Cara kerja
Obat molnupiravir ini bekerja dengan memodifikasi material genetik atau RNA virus Corona. Modifikasi ini menciptakan error yang mampu menghalangi virus untuk menggandakan diri.

Diklaim bisa untuk penyakit lain
Selain pengurangan penularan Covid-19, Molnupiravir kemungkinan akan berguna melawan influenza, ebola, dan sejumlah besar virus lainnya. Molnupiravir harus diberikan bersamaan dengan terapi lain untuk menghindari virus yang cepat mengembangkan resistensi.

Efek samping
Menurut laporan Merck & Co., Molnupiravir tidak menyebabkan efek samping yang serius pada relawan dalam uji klinis tersebut. Adapun beberapa efek samping yang muncul mayoritas ringan, seperti sakit kepala. Tetapi, sulit membedakan apakah efek samping itu muncul karena molnupiravir atau termasuk gejala Covid-19.

Biaya produksi
Biaya produksi obat covid-19 Molnupiravir adalah U$17.74 (Rp25 juta), menurut laporan yang dikeluarkan minggu lalu oleh pakar harga obat di Harvard School of Public Health dan King's College Hospital di London, dikutip dari The Intercept.

Harga jual mahal
Harga obat ini disebutkan cukup mahal hingga berjuta-juta. Meski begitu, ini tidak menghalangi negara-negara membelinya untuk merawat pasien Covid-19. Korea Selatan juga diketahui memesan Molnupiravir untuk 18 ribu orang. Harga perawatan diperkirakan mencapai 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

Kemenkes Akan Uji Coba
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Kemenkes akan melakukan kajian dan uji klinis terhadap obat Covid-19, salah satunya Molnupiravir. “Untuk melakukan kajian dan uji klinis ini Kemenkes akan menggandeng Rumah Sakit dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)” ujarnya.


Selengkapnya