Fakta-fakta Seputar Omicron, Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan

oleh:

Kurang dari tiga minggu, Varian Omicron dari Covid-19 masuk kategori mengkhawatirkan versi WHO. Bagaimana sifat varian asal Afrika Selatan ini?

Varian baru virus corona bernama B.1.1.529 atau Omicron, menjadi kekhawatiran baru bagi dunia. Strain yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan (Afsel) ini diklasifikasikan sebagai “varian of concern” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Arti klasifikasi itu berarti varian ini lebih menular, lebih ganas, atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi. Sebab varian tersebut mengandung 30 mutasi pada protein spike, yaitu sebentuk paku yang memungkinkan virus menerobos ke dalam sel.

“Berdasarkan bukti yang disajikan, mengindikasikan perubahan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE telah menyarankan kepada WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC, dan WHO telah menetapkan B.1.1.529 ke dalam VOC, dengan nama Omicron,” seperti dikutip dari keterangan resmi WHO.

 

Berikut fakta-fakta seputar varian Omicron yang dihimpun Tempo:

  • Pertama kali dilaporkan
    Varian dengan kode B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Omicron sendiri diambil dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani.

  • Masuk kategori VOC
    Varian of Concern, disingkat menjadi VOC, merupakan kategori tertinggi dalam pengelompokan varian virus Covid-19. Pengelompokan itu menjelaskan penularan, gejala penyakit, risiko menginfeksi ulang, dan pengaruh pada kinerja vaksin. Tim peneliti hanya butuh waktu 17 hari untuk menempatkan Varian Omicron ke kategori VOC. Pada varian-varian sebelumnya, tim peneliti membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk meneliti dan menetapkan pada kategori VOC.

  • Memiliki mutasi paling banyak
    Varian Omicron memiliki sekitar 30 mutasi yang terjadi pada protein spike. Bagian virus yang menyerupai tonjolan paku ini digunakan virus untuk menembus sel pada tubuh manusia.

  • Pengaruh pada kinerja vaksin
    WHO masih mengkaji dampak potensial dari varian Omicron, termasuk efektivitas vaksin. Masih belum diketahui bagaimana efektivitas vaksin dalam melawan Omicron, namun WHO menegaskan bahwa vaksin tetap penting untuk mencegah penyakit memburuk dan kematian.

  • Efektivitas pengobatan
    Kortikosteroid dan IL6 Receptor Blockers masih akan efektif untuk menangani pasien dengan Covid-19 yang parah. Perawatan lain WHO masih meninjau untuk melihat apakah masih efektif mengingat mutasi pada bagian varian Omicron.

  • Resiko Omicron masuk Indonesia
    Kementerian Kesehatan RI mencatat sembilan negara terkonfirmasi varian Omicron dengan 128 kasus. Di antaranya sebagian negara bagian Afrika Selatan, Hongkong, Inggris, Italia, dan Belgia. “Sampai sekarang di Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini,” kata Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan dalam konferensi pers, Ahad, 28 November 2021.

  • Langkah antisipasi pemerintah
    Pemerintah Indonesia mengumumkan orang asing yang memiliki riwayat perjalanan dari sejumlah negara di Afrika bagian selatan dilarang masuk wilayah Indonesia mulai 28 November 2021. Negara yang dimaksud antara lain Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Nigeria ditambah Hongkong.

    Pemerintah juga menghentikan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara-negara tersebut. Namun, bagi WNI yang dalam waktu 14 hari pernah melakukan kunjungan/transit ke negara-negara tersebut akan diperlakukan protokol kesehatan berupa karantina 14x24 jam dengan dua kali tes PCR.

INGE KLARA | SUMBER DIOLAH TEMPO | INFOGRAFIS ANTARA


Selengkapnya